Mengetahui Versi Codeigniter

Untuk mengetahui pakai CI berapa, bisa dilihat disini. Atau simplenya cari file ‘codeigniter.php’ terus lihat versinya deh.. Biasanya file codeigniter.php ada di: D:\xampp\htdocs\setrkp\system\codeigniter\codeigniter.php.. *tergantung settingan localhost nya dimana juga yah.. 🙂

Inside the framework, it’s defined in ‘CI_VERSION’.

Path is system/core/CodeIgniter.php

define('CI_VERSION', '2.1.3');

Atau..

echo CI_VERSION;

The constant is globally available and is pre-filled with the release version of the code you have.

Just put the echo in an empty controller and call it in the browser to test it.

Okay.. selamat belajar. Makasih google.. makasih stackoverflow 🙂

Contoh Deskripsi Use Case

Deskripsi Use Case Diagram  : 
Usecase Diagram digunakan untuk mengambarkan interaksi antara pengguna sistem (actor) dengan kasus (use case) yang disesuaikan dengan langkah-langkah (scenario) yang telah ditentukan. 
Jadi usecase diagram bukanlah cerita yang berurutan, namun harus dilihat dari kasusnya terlebih dahulu. 
Pada use case diagram tersebut terdiri dari 4 actor. Yaitu : 
  1.  User 
  2. Author 
  3. Reviewer, dan 
  4. PC chair. 

Dimana Actor “Author” dan Actor “Reviewer” merupakan generalisasi atau turunan dari Actor “User”. Sedangkan Actor “PC Chair” merupakan generalisasi (turunan) dari Actor “Reviewer”. 
1. USER 
  • Actor “User” dapat melakukan login, kemudian boleh melakukan submit paper boleh tidak (karena terdapat fungsi extend). 
  • Actor “User” jika tidak bisa login, maka melakukan register terlebih dahulu. Selanjutnya setelah user register, boleh melakukan login, boleh tidak (karena terdapat fungsi extend).
  • Case yang dilakukan oleh User, dapat pula dilakukan oleh Author dan Reviewer, karena Author dan Reviewer merupakan Actor Turunan (Generalisasi) dari Actor User. 
  • Sedangkan User sendiri hanya dapat melakukan casenya saja. Tidak dapat melakukan case yang dilakukan oleh Reviewer, Author, ataupun PC Chair. 
 2. AUTHOR 
  • Author dapat langsung melakukan Submit Paper, ataupun melakukan browse review result. 
  • Author dapat melakukan case Register dan Login (Case yang dilakukan oleh User). 
  • Selain melakukan case nya sendiri, Author dapat melakukan case yang dilakukan oleh User. 
3. REVIEWER 
  • Reviewer dapat melakukan Set Preferences, serta dapat melakukan enter review, dan juga dapat melakukan list accepted/ rejected papers. 
  • Setelah Reviewer melakukan list accepted/ rejected papers, Reviewer boleh melakukan browse submitted papers boleh tidak. (Karena terdapat fungsi extend). 
  • Selain melakukan casenya sendiri, Reviewer dapat melakukan Register serta Login (Case yang dilakukan oleh User). Reviewer tidak dapat melakukan Submit Paper dan Browser review Result (Case yang dilakukan oleh Author). 
  • Reviewer dapat melakukan case yang dilakukan oleh User, namun tidak dapat melakukan case yang dilakukan oleh Author (karena Reviewer bukanlah turunan dari Author / Reviewer hanya turunan dari User). 
  • Reviewer juga tidak dapat melakukan case yang dilakukan oleh PC Chair. 
4. PC CHAIR 
  • PC Chair dapat melakukan browse submitted paper. Kemudian PC Chair dapat melakukan close reviewing process yang harus dilanjutkan dengan melakukan list accepted/ rejected papers (karena terdapat fungsi include). Selain itu PC Chair juga dapat melakukan case assign paper to reviewer. 
  • Selain dapat melakukan casenya sendiri, PC Chair dapat melakukan case yang dilakukan oleh Reviewer. 
  • PC Chair juga dapat melakukan case yang dilakukan oleh User. 
  • Namun PC Chair tidak dapat melakukan case yang dilakukan oleh Author. Untuk kotak disekitar use case yang bernama boundary menggambarkan jangkauan system yang ada (scope of of your system). 
 Semoga bermanfaat 🙂

-l1ez
 

CodeIgniter (CI)

Codeigniter

Codeigniter

CodeIgniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal. CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi terakhir adalah 1.7.2 dapat dilihat di website resminya (ada dibagian akhir tulisan ini).

Sebelum membahas lebih jauh tentang salah satu framework PHP ini, mungkin kalian ada yang masih bingung apa itu Framework, apa itu MVC (Model, View, Controller)?

Framework secara sederhana dapat diartikan kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang pemrograman, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal.

Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Framework :

  • Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web.
  • Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada)
  • Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dll
  • Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS

Sekarang masuk ke pengertian MVC (Model View Controller).

Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup populer dalam pembangunan aplikasi web, berawal pada bahasa pemrograman Small Talk, MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, user interface, dan bagian yang menjadi kontrol aplikasi. Terdapat 3 jenis komponen yang membangun suatu MVC pattern dalam suatu aplikasi yaitu :

Model, biasanya berhubungan langsung dengan database untuk memanipulasi data (insert, update, delete, search), menangani validasi dari bagian controller, namun tidak dapat berhubungan langsung dengan bagian view.

View, merupakan bagian yang menangani presentation logic. Pada suatu aplikasi web bagian ini biasanya berupa file template HTML, yang diatur oleh controller. View berfungsi untuk menerima dan merepresentasikan data kepada user. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian model.

Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian model dan bagian view, controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan diproses oleh aplikasi.

Dengan menggunakan prinsip MVC suatu aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan developernya, yaitu programmer yang menangani bagian model dan controller, sedangkan designer yang menangani bagian view, sehingga penggunaan arsitektur MVC dapat meningkatkan maintanability dan organisasi kode. Walaupun demikian dibutuhkan komunikasi yang baik antara programmer dan designer dalam menangani variabel-variabel yang akan ditampilkan.

Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain, yaitu :

Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain.

Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration) : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.

Banyak komunitas: dengan banyaknya komunitas CI ini, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan yang lain, baik itu bertanya atau teknologi terbaru.

Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami. Dan banyak lagi yang lainnya.

Credit for :
Situs Resmi CI
Download Codeigniter
Codeigniter Indonesia
Video Tutorial Instalasi CI
Video Tutorial Membuat Blog hanya 20 menit dengan CI

Critical Success Factor (CSF) Analysis

Analisa CSF merupakan suatu ketentuan dari organisasi dan lingkungannya yang berpengaruh pada keberhasilan atau kegagalan. CSF dapat ditentukan jika objektif organisasi telah diidentifikasi. Tujuan dari CSF adalah menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.

Peranan CSF dalam perencanaan strategis adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis organisasi dengan strategi SI-nya, memfokuskan proses perencanaan strategis SI pada area yang strategis, memprioritaskan usulan aplikasi SI dan mengevaluasi strategi SI, seperti terlihat pada gambar di samping.

Objective :

Pernyataan umum mengenai arah ke mana perusahaan akan menuju.
Tanpa target tertentu (dan waktu tertentu)

Goal :
Target spesifik yang akan diraih dalam waktu tertentu
Merupakan operasional dari satu atau lebih “objectives”

Sehingga Critical Success Factor (CSF) adalah :
Apa yang harus dikerjakan untuk mencapai “goal”
Faktor yang mempengaruhi kebehasilan ataupun kegagalan pencapaian “goal”.

Metode pada Critical Success Factor (CSF) :

  • Identifikasi misi perusahaan dan strategic goals-nya.
  • Untuk setiap strategic goal, dijawab pertanyaan : “wilayah bisnis apa yang esensial untuk mencapai tujuan ?” -> kandidat CSF.
  • Evaluasi tiap kandidat -> CSF
  • Identifikasi bagaimana CSF dimonitor dan diukur.
  • Komunikasikan CSF kepada setiap elemen penting perusahaan.
  • “Keep monitoring and reevaluating CSF”

Credit : Source

SDLC (System Development Life Cycle)

Menurut Wikipedia, SDLC atau System Development Life Cycle (Siklus Hidup Sistem) dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut.

Sedangkan secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi ( SDLC) adalah sebagai berikut :

  1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
  2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi.
  3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
  4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
  5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
  6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.

Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.

ANALISIS SISTEM

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:

  1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
  2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
  3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
  4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.


Batasan Analisis Sistem:
Aktifitas yang dilakukan dalam analisis sistem harus dapat menjawab pertanyaan umum, sbb:

  1. Sistem baru apakah yang akan dibangun? atau
  2. Sistem apakah yang akan ditambahkan atau dimodifikasi pada sistem lama yang sudah ada?

Untuk itu secara detail harus dijawab pertanyaan-pertanyaan:

  1. Informasi apakah yang dibutuhkan?
  2. Oleh siapa?
  3. Kapan?
  4. Dimana?
  5. Dalam bentuk apa?
  6. Bagaimana cara memperolehnya?
  7. Dari mana asalnya?
  8. Bagaimana cara mengumpulkannya?

Credit : Source, Source

Sistem Informasi Eksekutif

Sistem informasi eksekutif atau Executive Information System (EIS) adalah : Bagian dari sistem informasi yang dikhususkan penggunaannya bagi eksekutif. Turban Efraim dalam Decision Support Systems and Expert Systems mengatakan bahwa “An EIS is a computer-based system that serves the information needs of top executive. It provide rapid access to timely information and direct access to management reports” (Turban, 1995 : 403).

Sistem Informasi Eksekutif adalah salah satu tipe sistem informasi manajemen berbasis komputer yang ditujukan untuk memfasilitasi kebutuhan informasi yang berkaitan dengan tercapainya tujuan suatu organisasi bagi seorang eksekutif. Menggunakan EIS, seorang eksekutif dapat melakukan pengidentifikasian isu-isu strategis dan pengeksplorasian informasi untuk menemukan akar permasalahan dari isu-isu tersebut (Kelly, 1994 : 1).

Berikut adalah karakteristik yang membedakan EIS dengan sistem informasi pada umumnya (Turban, 1995: 409).

1. Drill-down
Drill-down
adalah salah satu fasilitas yang sangat berguna dalam EIS. Dengan fasilitas ini, eksekutif dapat mengakses informasi secara hierarkis, mulai dari yang bersifat umum atau global kemudian dipecah hingga ke level yang lebih detail dan sebaliknya (roll-up). Informasi yang diberikan berupa grafik maupun tabel. Dengan memperoleh detail dari suatu informasi, eksekutif dapat melakukan analisis secara lebih akurat dan tepat sasaran. Untuk mendukung fasilitas ini dapat digunakan arsitektur data warehouse (Inmon, 2002: 254).

2. Critical Success Factors
Tiap eksekutif memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Oleh karena itu EIS harus dibangun secara spesifik agar dapat memenuhi kebutuhan informasi eksekutif. Begitu pula dengan suatu organisasi. Tiap organisasi mempunyai tujuan atau program yang juga berbeda-beda. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat faktor-faktor yang harus dipertimbangkan yang disebut dengan Critical Success Factors (CSF) (Turban, 1995: 411).

3. Status Access
EIS menyediakan akses cepat terhadap timely information. Setiap data atau laporan terbaru dapat diakses secara langsung melalui jaringan. Dengan begitu eksekutif dapat mengetahui status atau kedudukan organisasinya. Proses pengaksesan status ini mungkin terjadi setiap hari maupun setiap jam, bahkan memungkinkan pelaporan secara real-time (Inmon, 2002: 256).

4. Exception Reporting
EIS memiliki fitur untuk melakukan pelaporan terhadap aktifitas-aktifitas organisasi baik secara rutin maupun spontan. EIS harus dapat membantu eksekutif menganalisis perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja aktual. EIS didesain agar dapat mengatasi situasi dengan ketidakpastian seperti rapid-changing environment atau situasi lingkungan organisasi yang berubah-ubah baik dari struktur keanggotaan maupun fokus organisasi (Inmon, 2002: 256).

5. Navigation of Information

Fasilitas ini memungkinkan eksekutif untuk dapat mengeksplor sejumlah besar data secara mudah dan cepat. EIS digunakan secara langsung oleh seorang eksekutif tanpa bantuan perantara (asisten), oleh karena itu tampilan EIS harus bersifat user-friendly (Turban, 1995: 410) serta didukung oleh penyajian data dengan jangkauan internal dan eksternal yang bersifat luas.

EIS meningkatkan kualitas manajemen dalam suatu organisasi melalui jenis teknologi dan teknik yang baru untuk menyaring, mentransformasi, memproses, dan melaporkan data dengan tujuan menyediakan informasi strategis. Untuk mendukung fitur-fitur pada EIS digunakan konsep data warehouse sebagai dasarnya.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan :

· Mudah bagi eksekutif taraf bagian atas untuk pergunakan, pengalaman komputer luas bukan diperlukan di operasi
· Sediakan pengiriman tepat waktu dari keterangan rangkuman perusahaan
· Keterangan yang disediakan makin baik mengerti
· Saring data untuk manajemen
· Tingkatkan untuk menjejaki keterangan
· Tawarkan efisiensi untuk pembuat keputusan

Kerugian :

· Fungsi adalah terbatas, tidak dapat melaksanakan hitungan kompleks
· Susah untuk mengukur bermanfaat bagi dan untuk membenarkan implementasi dari satu EIS
· Eksekutif mungkin menghadapi beban terlalu berat keterangan
· Sistem mungkin menjadi alon-alon, besar, dan susah untuk mengatur
· Sulit ke data arus biaya hidup
· Bolehkan memimpin ke kurang data yang dapat dipercaya dan tidak kuat
· Perusahaan kecil mungkin menghadapi biaya berlebihan untuk implementasi

Credit : Source, Source

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

A. Fokus Awal pada Data

Selama paruh pertama abad ke-20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi. Nama aplikasi akuntansi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .


B. Fokus Baru pada Informasi


Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.


C. Fokus Revisi pada Pendukung Keputusan.


Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah : Sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer. Manajer tersebut berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun.


DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.


Spesifikasi DSS :

  1. Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
  2. Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
  3. Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
  4. Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
  5. Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
  6. Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
  7. Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
  8. Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.


D. Fokus pada Komunikasi


Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA). OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.


OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.


E. Fokus Potensial pada Konsultasi


Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Credit : – Source